PENGEMBANGAN HILIRISASI PRODUK KOPI ARABIKA KINTAMANI

  • Ni Gusti Ayu Putu Harry Saptarini Politeknik Negeri Bali
  • I Made Agus Putrayasa

Abstract

Kecamatan Kintamani merupakan sentra pengembangan Kopi Arabika yang ditunjukkan oleh adanya beberapa usaha mikro yang memproduksi kopi bubuk. Di antara pengusaha kopi yang sekaligus merupakan petani tersebut adalah I Ketut Jati dan I Dewa Ayu Putri Asih Banjar. Saat ini, kedua mitra tersebut menghadapi kendala dari sisi produksi, pemasaran, dan juga manajemen seperti kurangnya peralatan kemasan, sedikitnya pelanggan, serta tidak adanya manajemen keuangan yang baik. Usaha mereka memiliki kelemahan dalam menjaga mutu produksi sehingga kualitas kopi yang dihasilkan pun rendah. Dalam pemilihan biji kopi yang akan diolah, tidak ada standar kematangan yang diterapkan. Dalam hal ini, biji yang masih hijau sampai dengan biji yang mau jatuh pun juga dipakai. Selain itu, pemasaran yang dilakukan kedua mitra ini tidak efektif dan belum meluas. Teknik pemasaran dilakukan masih secara konvensional yaitu hanya dengan menjajakan produk di beberapa warung, dititipkan ke kolega yang kebetulan pameran, serta menunggu konsumen ataupun reseller yang datang. Hal ini tentunya menyebabkan penjualan produk yang tidak maksimal dan mengakibatkan keuntungan yang diperoleh kurang memuaskan. Berdasarkan analisis permasalahan di atas, maka dilakukan kegiatan sosialisasi, pemberian bantuan alat produksi, pelatihan manajemen keuangan, pembuatan website, pelatihan pengoperasian website, brosur serta pengajuan pembuatan surat Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Indikator capaian menunjukkan bahwa ada peningkatan produksi sebesar 100%, peningkatan jumlah pelanggan sebesar 50%, peningkatan penghasilan sebesar 100%, dan tercapainya manajemen keuangan mitra yang semakin baik. Kata kunci: kopi arabika kintamani, pemasaran online, manajemen keuangan


Kintamani sub-district is a center for developing the Arabica Coffee indicated by the existence of several micro coffee industry entrepreneurs. Among those entrepreneurs who are basically farmers are I Ketut Jati and I Dewa Ayu Putri Asih Banjar. At present, these two partners face production, sales, and management obstacles such as lack of packaging equipment, lack of customers, and lack of good financial management. Their businesses have a weakness in maintaining their product quality so that the coffee quality is low. In selecting beans ripe which will be processed, they did not use a standard. In this case, the green coffee beans, as well as those that will be fallen, are also used. Furthermore, the marketing of the two partners is not effective and has not been widespread yet. Their marketing techniques are still carried out conventionally which are by peddling products in several stalls, entrusting sales to colleagues who went for an exhibition, and waiting for consumers or resellers to visit. This certainly leads to not optimal product sales and result in less satisfactory profits. Based on the aforementioned problem analysis, the socialization activities, provision of production tools, financial management training, website creation, website operation training, banners, stamps and brochures and the submission of a letter on the Household Food Production Certificate (SPP-IRT) were made. The indicators of achievement show that there is increased production by 100%, increased number of customers by 50%, increased income by 100%, and a better financial management that meets the standards can also be achieved. Keywords: kintamani arabica coffee, online marketing, financial management

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Jun 1, 2019
How to Cite
SAPTARINI, Ni Gusti Ayu Putu Harry; PUTRAYASA, I Made Agus. PENGEMBANGAN HILIRISASI PRODUK KOPI ARABIKA KINTAMANI. Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS, [S.l.], v. 5, n. 1, p. 169-183, june 2019. ISSN 2580-5606. Available at: <http://ojs.pnb.ac.id/index.php/BP/article/view/1076>. Date accessed: 24 aug. 2019. doi: http://dx.doi.org/10.31940/bp.v5i1.1076.
Section
Articles