EVALUASI PELATIHAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM PEMBUATAN KERIPIK KELADI

  • I Gede Nyoman Suta Waisnawa
  • I Dewa Made Cipta Santosa
  • I Nyoman Meirejeki
  • I Gst Lanang Made Purwita
  • Ni Made Ernawati

Abstract

Desa wisata Sanda memiliki potensi keladi/talas yang sangat banyak, hampir di setiap kebun penduduk tumbuh tanaman ini baik secara liar maupun telah dibudidayakan. Awalnya tanaman ini dianggap sebagai gulma yang mengganggu tanaman lain, sehingga sering dirabas untuk pakan ternak (babi) dengan terbentuknya kelompok wanita tani (kwt) keladi mulai dibudidayakan menjadi keripik dengan menggunakan alat yang sangatsederhana. Hasilnya ukuran atau ketebalan kripik tidak sama, rasanya belum bervariasi hanya rasa original saja. Untuk memberdayakan masyarakat dalam pengolahan keladi menjadi keripik diberikan pelatihan. Pelatihan yang baik bukan hanya perlu dirancang dengan baik, namun juga perlu dievaluasi efektivitasnya untuk memastikan tercapainya tujuan. Jadi tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi pelatihan yang diberikan apakah disukai oleh peserta dan bisa meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta. Untuk mencapai tujuan tersebut disebarkan angket kepada peserta sebanyak 20 orang, dari data yang dikumpulkan dianalisis dengan model kirpatrck dan menggunakan analisis statistik beda dua rata-rata berpasangan (paired sample t test) dari analisis tersebut diperoleh hasil bahwa peserta sangat tertarik terhadap program pelatihan sangat baik sekali dan pelatihan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam membuat keripik keladi dengan rasa yanglebih bervariasi. Kata Kunci: evaluasi, pelatihan, keladi, kreatif


Sanda tourism village has the potential for taro/taro which is very much, almost every garden in the population grows these plants both wild and cultivated. Initially this plant was considered as a weed that disturbs other plants, so it is often seized for animal feed (pigs) with the formation of farmer women (kwt) taro began to be cultivated into chips using very simple tools. The result is the size or thickness of chips not the same, the taste has not varied only original taste. To empower the community in processing taro into chips, they were given training. Good training not only needs to be well designed, but also needs to be evaluated for effectiveness to ensure the achievement of objectives. So the purpose of this activity is to evaluate the training provided whether it is liked by the participants and can improve the knowledge and abilities of the participants. To achieve this goal a questionnaire was distributed to as many as 20 participants, from the data collected were analyzed with the kirpatrck model and using a statistical analysis of the difference in the two paired averages (paired sample t test) from the analysis it was found that the participants were very interested in the training program very well once and the training carried out can increase the knowledge and ability of participants in making taro chips with a more varied taste. Keywords: evaluation, training, taro, creative

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Dec 27, 2019
How to Cite
WAISNAWA, I Gede Nyoman Suta et al. EVALUASI PELATIHAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM PEMBUATAN KERIPIK KELADI. Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 57-67, dec. 2019. ISSN 2580-5606. Available at: <http://ojs.pnb.ac.id/index.php/BP/article/view/1636>. Date accessed: 24 jan. 2020. doi: http://dx.doi.org/10.31940/bp.v5i2.1636.
Section
Articles