PEMBERDAYAAN PETANI ASPARAGUS DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG, PROVINSI BALI

  • I Ketut Suarja Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali
  • Ida Ayu Elistyawati Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali
  • Ni Ketut Bagiastuti Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali

Abstract

Program Iptek bagi Masyarakat (IbM) asparagus di Desa Pelaga ini bertujuan untuk menjaga eksistensi petani asparagus di Desa Pelaga dan  mengusahakan  agar  terjadi sikronisasi yang saling menguntungkan antara kegiatan kelompok petani asparagus dan kegiatan pariwisata sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani asparagus. Ada 50 orang pembudidaya asparagus di Desa Pelaga yang terbagi ke dalam delapan banjar. Pada program ini yang diambil hanya di Banjar Bukian yang beranggotakan 25 orang. Permasalahan yang mereka hadapi adalah keterbatasan petani dalam mengolah hasil panen untuk menjadi makanan yang bisa disajikan untuk wisatawan. Selain itu, petani asparagus juga tidak mampu memprediksi keadaan cuaca yang sangat ekstrim, seperti: hujan dan angin ribut.  Tidak hanya itu,  pendanaan juga menjadi masalah, mengingat biaya pembuatan rumah plastik cukup mahal. Masalah berikutnya adalah petani asparagus belum bisa memanfaatkan sektor pariwisata yang sangat berkembang sebagai sumber pendapatan dari budidaya asparagus, serta masalah pengolahan hasil panen yang lebih bervariasi. Untuk mengatasi masalah tersebut kami telah sepakat dengan petani yang terdapat di Banjar Bukian tersebut untuk memulai dengan: pengolahan pascapanen  sebagai pancingan, sehingga mereka bersemangat kembali menanam asparagus; bersama-sama membuat rumah plastik sebagai peneduh tanaman asparagus, sehingga hasil panen tidak banyak yang rusak; mengolah asparagus menjadi soup internasional dan pepes asparagus untuk dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Desa Pelaga, sehingga ada oleh-oleh khas Desa Pelaga; membuat buku panduan pengembangan asparagus; pengelohan pascapanen; membuat  paket  wisata asparagus;  melatih  bahasa  Inggris  dan  etika profesi serta membuat brosur, sehingga petani asparagus bisa saling menunjang dengan kegiatan pariwisata. Petani asparagus bisa mendapat manfaat dari pariwisata dan pariwisata juga mendapat manfaat dari petani asparagus. Dari kegiatan ini diharapkan pendapatan petani asparagus tidak hanya dari industri dan pengolahan yang dilakukan, tetapi juga dari sektor pariwisata.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Dec 29, 2017
How to Cite
SUARJA, I Ketut; ELISTYAWATI, Ida Ayu; BAGIASTUTI, Ni Ketut. PEMBERDAYAAN PETANI ASPARAGUS DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG, PROVINSI BALI. Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 33, dec. 2017. ISSN 2580-5606. Available at: <http://ojs.pnb.ac.id/index.php/BP/article/view/722>. Date accessed: 11 dec. 2018.
Section
Articles