FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENINGKATAN PENDAPATAN USAHATANI CABAI RAWIT DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN

  • Nixon Sondakh Politeknik Negeri Manado
  • Jefrry Otniel Rengku Politeknik Negeri Manado

Abstract




Cabai merupakan tanaman hortikultura yang banyak diusahakan di Indonesia, karena nilai ekonomisnya yang cukup tinggi. Permintaan akan cabai rawit di pasar pun dari waktu ke waktu cenderung terus meningkat bahkan dapat diandalkan sebagai komoditas ekspor non-migas. Petani sebagai produsen cabai harus mengantisipasi melonjaknya permintaan ini, agar semua kebutuhan pengguna dapat dipenuhi, sehingga para konsumen tidak perlu impor dan harga dapat dijaga kestabilanya pada tingkat yang menguntungkan petani dan konsumen.


Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai luas panen yang lebih besar dibandingkan dengan kabupaten lain, produktivitasnya sebesar (3,00-3,89 ton/ha) meskipun masih lebih kecil dibandingkan dengan Kabupaten Minahasa Induk, Kota Tomohon (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Propinsi Sulawesi Utara, 2014). Keberhasilan suatu usaha tani dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, faktor dari dalam usaha tani tersebut, seperti: penggunaan benih, pupuk, lahan, pestisida, dan tenaga kerja yang langsung memengaruhi produktivitas tanaman. Faktor dari luar yang juga berpengaruh terhadap produktivitas tanaman, yaitu: sarana transportasi, fasilitas kredit, dan harga yang sedang berlaku (Mubyarto. 1989). Berdasarkan uraian di atas, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui usaha tani tersebut efisien baik secara teknis maupun secara ekonomis. Berdasarkan hal tersebut menarik untuk diteliti faktor apakah yang memengaruhi produksi cabai rawit dan pengaruhnya terhadap tingkat keuntungan petani di Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi cabai rawit dan besarnya keuntungan usaha tani cabai rawit di Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi cabai merah secara bersama-sama dan parsial di Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Seelatan variabel luas lahan, pestisida, dan tenaga kerja berdasarkan hasil analisis model fungsi produksi cabai diketahui memiliki nilai koefisien determinasi (R2) sebesar adalah 0,983 yang berarti bahwa variabel- variabel bebas yaitu: luas lahan, pestisida dan tenaga kerja secara bersama-sama dapat menjelaskan 98,3% keragaan produksi cabai merah, sedangkan sisanya 1,7% dijelaskan oleh variabel-variabel yang tidak dimasukkan dalam model regresi. Nilai F hitung sebesar 976,870 yang signifikan pada selang kepercayaan 99% menyatakan bahwa semua variabel independen (ln X1, ln X6, ln X7) yang dimasukkan dalam model secara bersama-sama mampu menjelaskan variabel dependen (ln Y). Pengaruh variabel luas lahan (X1) secara parsial berpengaruh nyata terhadap hasil produksi cabai merah pada selang kepercayaan 99%. Nilai koefisien regresi adalah 0,771 bernilai positif yang berarti semakin luas lahan yang digunakan oleh petani cabai merah maka semakin meningkat hasil produksi cabai merah.




Downloads

Download data is not yet available.
Published
Dec 20, 2017
How to Cite
SONDAKH, Nixon; RENGKU, Jefrry Otniel. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENINGKATAN PENDAPATAN USAHATANI CABAI RAWIT DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN. Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan, [S.l.], v. 13, n. 2, p. 74, dec. 2017. ISSN 2580-5614. Available at: <http://ojs.pnb.ac.id/index.php/JBK/article/view/698>. Date accessed: 21 aug. 2019. doi: http://dx.doi.org/10.31940/jbk.v13i2.698.