PERENCANAAN DESAIN ALAT PENYARING AIR HUJAN MENGGUNAKAN BIOLOGICAL SAND FILTER DI DESA WANAGIRI KAUH, TABANAN

  • I.G.P Nathan Tarigans Politeknik Negeri Bali
  • IGAG Surya Negara Politeknik Negeri Bali
  • Kt. Wiwin Andayani Politeknik Negeri Bali

Abstract

Persediaan air bersih dunia yang terbatas berpotensi untuk terjadi masalah-masalah dikemudian hari. Air hujan bisa menjadi alternatif sumber air bersih untuk dikonsumsi. Biological Sand Filter adalah saringan pasir lambat yang mampu menyaring air hujan menjadi air minum. Penelitian ini menjawab apakah teknologi terapan ini dapat diterapkan di Bali khususnya di desa Wanagiri Kauh, Tabanan menggunakan material-material yang berasal dari daerah Bali. Penelitian ini membahas perencanaan desain dan biaya yang dirancangkan penulis untuk membuat sebuah Biological Sand Filter yang memiliki kualitas air hasil filtrasi yang dapat digunakan sebagai bahan baku air minum golongan B. Filter yang dibuat menggunakan material dari Bali yang mewakili sumber-sumber yang berbeda. Material yang digunakan adalah pasir pantai Melela, pasir gunung Karangasem, dan pasir sungai Klungkung. Penulis membuat modul yang menggunakan ketiga pasir tersebut. Parameter yang diukur menyangkut mikrobiologi, fisika, dan kimia digunakan untuk menguji kualitas air tiap jenis filter. Pengukuran terhadap produktivitas filter juga dilakukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi produktivitas pasir Klungkung adalah yang terbaik dibandingkan pasir lainnya. Sedangkan dari segi kualitas air pasir Karangasem memiliki hasil saring yang paling bersih dan layak untuk dijadikan bahan baku air minum menurut standar yang berlaku

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Jan 21, 2020
How to Cite
TARIGANS, I.G.P Nathan; NEGARA, IGAG Surya; ANDAYANI, Kt. Wiwin. PERENCANAAN DESAIN ALAT PENYARING AIR HUJAN MENGGUNAKAN BIOLOGICAL SAND FILTER DI DESA WANAGIRI KAUH, TABANAN. Proceedings, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 67-72, jan. 2020. Available at: <http://ojs.pnb.ac.id/index.php/Proceedings/article/view/1664>. Date accessed: 24 feb. 2020.