ANALISIS FAKTOR-FAKTOR RISIKO TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI DI WILAYAH KABUPATEN BADUNG, BALI

  • I Made Ryan Arismawan Politeknik Negeri Bali
  • I Made Anom Santiana Politeknik Negeri Bali
  • Wayan Sri Kristinayanti Politeknik Negeri Bali

Abstract

 Proyek konstruksi dihadapkan pada kemungkinan terjadinya permasalahan risiko. Pesatnya pembangunan diwilayah Badung sejalan dengan banyaknya proyek konstruksi. Untuk proyek konstuksi di Kabupaten Badung perlu dilakukan pengendalian risiko. Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu melakukan penelitian mengenai Analisis Faktor-Faktor Risiko Terhadap Keterlambatan Proyek Konstruksi Di Wilayah Kabupaten Badung Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko dominan penyebab keterlambatan proyek konstruksi, mitigasi dan kepemilikan risiko dari faktor risiko dominan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara kepada responden kontraktor. Berdasarkan hasil analisis risiko dominan adalah risiko tenaga kerja dengan nilai rata-rata frekuensi 13,70 dan nilai rata-rata konsekuensi 17,13. Pertanyaan dominan dari variabel risiko tenaga kerja tersebut adalah rendahnya produktifitas tenaga kerja karena kurang berpengalaman dengan persentase ferkuensi 46,67% yang menjawab jarang dan 53,33% yang menjawab sering sedangkan persentase konsekuensi sebesar 70,00% menjawab besar dan 30,00% menjawab sangat besar. Respon risiko yang dapat dilakukan merekrut tenaga baru dan menempatkannya sesuai dengan ketrampilan. Kepemilikan risiko dalam penelitian adalah kontraktor 

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Jan 21, 2020
How to Cite
ARISMAWAN, I Made Ryan; SANTIANA, I Made Anom; KRISTINAYANTI, Wayan Sri. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR RISIKO TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI DI WILAYAH KABUPATEN BADUNG, BALI. Proceedings, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 171-176, jan. 2020. Available at: <http://ojs.pnb.ac.id/index.php/Proceedings/article/view/1680>. Date accessed: 12 aug. 2020.