Teknik Sensor Cahaya Untuk Menentukan Laju Erosi Tebing Sungai

  • Tommy Ekamitra Sutarto Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Samarinda

Abstract

Erosi tebing sungai terjadi dalam dua model utama, yakni erosi gerusan dan longsor tebing. Erosi gerusan ditandai dengan tergerusnya butiran atau bongkahan tanah dari permukaan tebing akibat daya gerus air sungai. Meskipun erosi gerusan memiliki peran yang penting sebagai pemicu longsor tebing, pengetahuan tentang erosi gerusan masih tertinggal di belakang dan belum ada metode terpercaya untuk mengukur kedalaman atau panjang erosi gerusan. Hal ini disebabkan karena erosi gerusan berlangsung di bawah muka air danĀ  magnitudo erosi sangat kecil dalam skala millimeter hingga centimeter saja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan teknik pengukuran erosi gerusan dengan menanam sensor cahaya (Photo Electronic Erosion Pin) ke dalam tebing sungai. Panjang erosi gerusan berbanding lurus dengan panjang sensor yang tersingkap dan terkena cahaya matahari. Empat buah sensor ditanam dalam suatu tebing sungai, masing-masing di puncak, tengah atas, tengah bawah, dan dasar tebing. Keempat sensor berhasil merekam secara kontinu erosi gerusan yang terjadi bersamaan denganĀ  6 kejadian banjir. Total panjang erosi yang terukur adalah 18,7 cm, 18,5 cm, 22,6 cm, and 6,7 cm berturut-turut di puncak, tengah atas, tengah bawah, dan dasar tebing sungai.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Mar 31, 2019
How to Cite
SUTARTO, Tommy Ekamitra. Teknik Sensor Cahaya Untuk Menentukan Laju Erosi Tebing Sungai. Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika, [S.l.], v. 9, n. 1, p. 13-18, mar. 2019. ISSN 2580-5630. Available at: <http://ojs.pnb.ac.id/index.php/matrix/article/view/1259>. Date accessed: 20 oct. 2019. doi: http://dx.doi.org/10.31940/matrix.v9i1.1259.