PENGARUH PEMBERIAN WATER TRAP PADA BIOGAS TERHADAP WARNA NYALA API

  • Hairian Rahmadi Politeknik Ketapang, Kalimantan Barat
  • Sudirman Sudirman Politeknik Negeri Bali

Abstract

Gas ini berasal dari berbagai macam limbah organik seperti sampah biomassa, kotoran manusia dan kotoran hewan yang dapat dimanfaatkan menjadi energi melalui proses anaerobic digestion. Pembuatan biogas dari kotoran hewan, khususnya sapi ini berpotensi sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan, karena selain dapat memanfaatkan limbah ternak, sisa dari pembuatan biogas yang berupa slurry dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman.Selama ini pemanfaatan kotoran sapi masih belum optimal. Tujuan Membuat alat penghasil gas metan yang dapat menghasilkan nyala api yang biru. Seiring dengan pemberian water trap diduga gas metan yang keluar dari digester akan warna api biru karena biogas yang masih mengandung uap air terjebak di dalam water trap, gas metan yang sudah keluar dari water trap boleh dibilang hampir mendekati warna nyala api biru. Hasil penelitian dengan menggunakan water trap, nyala api yang dihasilkan memuaskan, dengan warna api kebiruan dan sedikit merah Water trap berfungsi dengan baik, air yang di dalam water trap bertambah karena uap air yang ada di gas metan diikat oleh air. Pengaruh water trap pada hasil menjebak uap air di dalam gas metan lebih efektif.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Mar 2, 2017
How to Cite
RAHMADI, Hairian; SUDIRMAN, Sudirman. PENGARUH PEMBERIAN WATER TRAP PADA BIOGAS TERHADAP WARNA NYALA API. Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi, [S.l.], v. 14, n. 1, p. 50, mar. 2017. ISSN 2580-5649. Available at: <http://ojs.pnb.ac.id/index.php/LOGIC/article/view/402>. Date accessed: 26 may 2022.
Section
Articles